SOTAZONE.NET
Info Seputar Blogging

Algoritma Google (Panda, Penguin, Pirate, Top Heavy, Payday, Hummingbird, Phantom, Fred, Dan Hawk)

0 22

www.sotazone.net Dikalangan Blogger Indonesia atau bahkan Udin Sedunia, istilah Algoritma Google tersebut sangatlah familiar dan trending bangets. Pasalnya, Algoritma Google ini kadang menjadi alasan para Blogger mengenai keadaan, situasi dan kondisi yang terjadi pada blognya. Seperti ungkapan dibawah ini :

  • Tanya : Hasil SERP di Penelusuran Google kok berubah kenapa ya?
  • Jawab : Algoritma Google telah berubah / diperbarui.

Pernahkah kalian menjumpai pertanyaan dan balasan seperti diatas? Jika pernah, berarti kalian sudah TUA πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Masalahnya gini, yang dimaksud Algoritma Google yang berubah itu yakni Algoritma yang mana? Makara sebelumnya, kita jangan asal mengkambing hitamkan Algoritma sebagai penyebab berubahnya hasil penelusuran. Sebaiknya kita intropeksi terlebih dahulu bagaimana keadaan Blog yang kita kelola tersebut. Bermain Black Hat atau White Hat.

Mengingat pertanyaan dan tanggapan diatas yang masih saja terulang kembali hingga tahun 2017 ini (padahal sebentar lagi memasuki tahun 2018), bukankah mengherankan kalau kita masih mengkambing hitamkan Algoritma Google sebagai penyebabnya, sedangkan keadaan blog kita menyalahi aturan. Nah, sembari mengintropeksi keadaan blog kita – sebaiknya kita kenali terlebih dahulu siapa saja mereka yang termasuk ke dalam kategori Algoritma Google.

Google Panda (2011)

Dimulai dari yang pertama, ada Si Kungfu Panda. Algoritma Google Panda ini dirancang untuk menghukum situs berkualitas rendah yang mempunyai konten yang minim dan tidak bermanfaat. Untuk menghindari pengaruh dari Kungfu Panda yang satu ini, maka kita perlu memastikan bahwa artikel yang kita buat bukan hanya asli saja (no copas) namun juga memperlihatkan nilai yang aktual, tajam dan terpercaya. Cara untuk bersahabat dengan Si Panda ini yakni dengan membuat artikel yang Human Friendly, konten unik dan murni hasil karya kita sendiri.

Google Penguin (2012)

Google Penguin membidik situs web yang menggunakan teknik manipulasi SEO yang menipu semoga bisa menerima peringkat tinggi dengan jalan yang salah (black hat SEO). Penguin menghukum peringkat situs web yang mengandung spam, kata kunci dan backlink yang terulang-ulang, memiliki tautan yang meragukan dan terlalu (over) dalam melaksanakan pengoptimalan. Cara dekat dengan si Penguin ini adalah membagikan konten secara wajar (tidak spam) kepada orang lain, salah satunya yakni membagikan artikel ke sosial media sebanyak 1x dalam sehari.

Google Pirate (2012)

Algoritma Pirate merupakan Filter yang dirancang untuk mencegah munculnya situs yang terbukti terkena pelanggaran hak cipta, mirip yang diajukan melalui sistem DMCA Google. Seiring berjalannya waktu, filter ini selalu dikembangkan untuk dapat menghukum blog / web yang terbukti melaksanakan pelanggaran hak cipta, seperti Blog Copas, Blog Download, AGK, AGC, Konten Illegal, dan segala bentuk blog yang mendekati status sebagai DeepWeb.

Google Top Heavy (2012)

Update Algoritma yang satu ini menargetkan situs yang ‘top heavy‘ dengan iklan yang mengelilingi konten/artikel. Situs yang termasuk ke dalam kategori Top Heavy biasanya mampu diketahui dari penempatan iklan yang berlebihan pada 1 halaman (perbandingan tampilan banyaknya iklan dan konten ialah 85:15). Algoritma ini terus diperbarui sehingga situs yang lolos dari jaring sebelumnya mungkin akan tertangkap di kurun depan. Intinya sih, situs yang memasang banyak iklan pada blog secara berlebihan akan kena teguran dari Google Top Heavy (seperti banner affiliasi yang berlebihan).

Google Payday (2013)

Algoritma gres ini ditargetkan untuk membersihkan hasil pencarian dengan aneka macam istilah pencarian yang sangat banyak, mirip sumbangan honor, hutang piutang, asuransi, pornografi, viagra dan kueri spammed lainnya. Sehingga kata kunci yang terulang-ulang dan banyak tersebut akan terlihat spam di penelusuran. Bahkan meskipun kata kunci tersebut digunakan dalam iklan (Adword), maka si PayDay ini akan tetap membanned-nya.

Google Hummingbird (2013)

Platform pencarian gres yang diluncurkan Google pada bulan September 2013 tersebut ialah Hummingbird, algoritma ini menghasilkan hasil penelusuran yang relevan dan cepat sesuai kueri kata kunci yang ditelusuri, dan merupakan salah satu perubahan paling signifikan terhadap algoritma selama bertahun-tahun.

Google Phantom (2015)

Sebuah Algoritma yang bekerja seperti hantu, dengan kata lain tidak banyak orang yang tahu akan adanya update terbaru Google ini. Algoritma Phantom ini lebih mendominasi bertugas untuk mencari konten mana yang cocok atau tidak dalam tunjangan label, penggunaan kata kunci, kualitas artikel dan komentar spam. Hal yang menyeramkan dari setan yang satu ini ialah hukuman kepada blog yang terlalu banyak menggunakan iklan dan popup, sehingga pengunjung mungkin harus melakukan klik beberapa kali untuk menerima konten yang bahwasanya pada artikel tersebut.

Halaman-halaman blog yang mirip itu akan menerima hukuman yang berat dari Google Phantom. Tidak hanya artikel individual yang dipukul, tapi juga domain secara keseluruhan yang dapat menjadikan beberapa perubahan besar pada hasil penelusuran. Dikabarkan, Si Phantom ini juga mengincar konten yang memakai ‘click bait‘ pada judul kontennya.

Google Fred (2017)

Algoritma yang gres baru ini booming dipertengahan tahun 2017 yakni Algoritma Fred, sebuah algoritma yang memfokuskan pada pencarian related link (link terkait). Dimana algoritma ini memberi evaluasi terhadap link terkait disetiap halaman website. Baik link terkait yang diberikan ke dalam website itu sendiri (internal link) maupun link terkait yang diberikan ke luar website (link eksternal). Related post atau link terkait yang diberikan pada tiap halaman website benar-benar harus mempunyai kaitan yang erat. Suatu kata kunci yang saling terkait dan relevan pada blog sangat disukai oleh Fred yang satu ini.

Google Hawk (2017)

Algoritma Google Hawk yakni algoritma yang secara eksklusif fokus utamanya pada pencarian LOKAL (berpengaruh terhadap SEO lokal). Sasaran utama Algortima Google Hawk yaitu pada sebuah situs yang menggunakan kata kunci yang sama (duplikasi) terhadap satuΒ keywordΒ yang sudah mendominasi dan memenangkan pencarian Google. Dengan adanya Algoritma ini maka mesin penelusur akan meminimkan menampilkan hasil pencarian yang sama (duplikat). Algoritma yang satu ini dikabarkan juga disebut sebagai Algoritma Google Pigeon. Namun kemungkinannya tugas dari Hawk dan Pigeon ini memiliki peranan yang berbeda meskipun keduanya sama-sama berfokus pada SEO lokal.


CATATAN

Supaya penelusuran Google menampilkan hasil kueri yang baik dan relevan, maka gunakanlah judul dan deskripsi yang manusiawi, yang artinya tulislah artikel dengan bahasa yang gampang dipahami insan (human friendly) dan buatlah judul dan deskripsi yang gampang dikenali oleh mesin penelusur (seo friendly).

Dari sini bisa disimpulkan bahwa perubahan yang terjadi pada hasil penelusuran memang disebabkan oleh Algoritma Google, namun bergotong-royong kembali kepada bagaimana keadaan blog kita, bagaimana cara kita memakai kata kunci dan deskripsi, apakah menggunakan dummy kah, atau terdapat link berlebihan yang terdapat pada blog kita (inlink/outlink).

Algoritma yang sebaiknya kita gak macem-macem dengan mereka :

  • Panda
  • Penguin
  • Pirate
  • Top Heavy
  • Payday
  • Phantom
  • Hawk

Algoritma yang sebaiknya kita rayu semoga akrab dengan mereka :

  • Hummingbird
  • Fred

Sebenarnya, hasil dari penelusuran juga dipengaruhi oleh adanya SEO, usia domain, kata kunci pada judul/deskripsi dan backlink. Sedangkan semua hal tersebut tentunya tergantung bagaimana cara kita mengelola blog tersebut, bermain bersih (white) atau bermain kotor (black) dan semua itu ialah keputusan kalian (tentukan jalan ngeblogmu).

Leave A Reply

Your email address will not be published.