SOTAZONE.NET
Info Seputar Blogging

Konten Writer Vs Konten Copaser, Mana Yang Lebih Kreatif?

0 20


www.sotazone.net Assalamu’alaikum sotazer, menjalani dunia perblogging-an memang tidak selamanya berjalan dengan mulus apalagi dalam hal SEO dan kualitas artikel. Pada kesempatan kali ini saya tidak sedang mengembangkan mengenai tutorial, melainkan menyebarkan mengenai pendapat atau review yang berkaitan dengan Konten Writer dan Konten Copaser. Segala bentuk pro dan kontra bakalan ditemukan pada artikel kali ini, jadi buat para pembaca silahkan di filter sesuai penilainnya masing-masing.

Berikut yakni ulasan mengenai Konten Writer vs Konten Copaser.

1. Konten Writer

Writer adalah seorang Penulis, sedangkan Konten adalah mampu berupa hasil karya (dalam hal ini berupa artikel), Konten Writer merupakan sebuah tugas dimana seseorang mempunyai motivasi untuk menyebarkan melalui goresan pena dengan caranya sendiri (mulai dari bahasa pada tulisan, template blog, nama blog, konten blog dan ciri khas lainnya yang unik). 
Berbagi mengenai hal yang dia sukai mirip pengalaman, ujicoba, review, kenangan, tutorial, rekomendasi, peringatan dan bentuk passion lainnya dapat menciptakan sang Konten Writer harus berpikir lebih ekstra mengenai konten apa yang sebaiknya beliau bagikan tersebut, terkadang Konten Writer juga : 
  • Berpikir : “sudah adakah yang share konten seperti ini?”
  • Berpikir : “bila sudah ada yang share, bagaimana biar konten tersebut menjadi unik?”
  • Berpikir : “bagaimana biar konten yang saya bagikan ini ori menurut versi saya?”

Itu semua niscaya pernah dialami oleh Konten Writer.

2. Konten Copaser

Copaser adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang kerjaannya menduplikasi suatu konten. Apapun yang beliau gandakan menghasilkan bentuk yang seperti dan identik persis 360 derajat celcius, supaya tidak terkesan duplikasi 100% maka terkadang Copaser melaksanakan re-write (menulis/memperbaiki tulisan yang di copy) dengan cara menambah / mengurangi beberapa kalimat pada artikel tersebut. Tampilan blognya pun sederhana (asal jadi gitu aja).
Untuk membuat sebuah konten pun, sang Konten Copaser cukup dengan cara :
  • Berpikir Mencari : “blog mana sajakah yang menyebarkan konten menarik?”
  • Berpikir Mencari : “konten apa saja yang viral pada blog korban?”
  • Berpikir Mencari : “konten mana yang sekiranya menambah trafik blog?”
Tanpa memperdulikan kualitas artikel.
Nah, setelah melihat kedua hal diatas, mana sih yang lebih KREATIF antara Konten Writer dan Konten Copaser?
PRO & KONTRA

1. Konten Writer Lebih KREATIF daripada Konten Copaser.

Mengapa begitu? Konten Writer menciptakan konten menurut ilham yang dia dapat (entah itu motivasi dari orang lain atau pandangan baru yang tanpa sengaja / mendadak nongol di otak secara impulsif). Menciptakan hal yang gres dan berbeda dari yang lain menciptakan Konten Writer selalu berkembang dari waktu ke waktu. Apalagi bila kreatifitas tersebut sesuai dengan hobi dan passion yang diminati. Dijamin deh, pandangan baru yang diluangkan pada blog tidak akan pernah mati. CREATIVE is NEVER DIE.

Namun dalam memperoleh sebuah ilham tidak selama nya berjalan mulus lho. Adakala nya si Konten Writer ini juga menemui ‘buntet‘ dalam memperoleh wangsit. Meskipun begitu hal tersebut tidak menciptakan Konten Writer berhenti menciptakan hal-hal baru yang unik dan menarik.
Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan seperti di COPAS contohnya, maka Konten Writer terkadang menawarkan keamanan pada blognya berupa Anti Copas yang biasanya menciptakan teks artikel pada blog tidak mampu diblok, tidak bisa diklik kanan, tidak bisa di CTRL+A, CTRL+C, CTRL+U, F12 dan sebagainya.
Namun pertahanan tersebut ternyata masih mampu dibobol lho sama Konten Copaser, nah…. Jika konten sudah dijiplak maka langkah terbaiknya yakni dengan cara melaporkan ke DMCA Google Takedown (namun tidak menjamin 100% pengajuan disetujui, setidaknya ada perjuangan untuk melaporkan ke DMCA mengenai Hak Cipta).

2. Konten Copaser Lebih KREATIF daripada Konten Writer.

Mengapa begitu? Jika melihat aktivitas dari Konten Copaser ini, kira – kira apasih yang menciptakan si Konten Copaser ini kreatif? Ternyata, usaha apapun yang dilakukan oleh Konten Writer dalam mempertahankan karya tulisannya bisa dengan mudahnya lho dijiplak oleh Konten Copaser. Gak percaya? 

Misalnya nih, ada artikel yang gak bisa diblok teks nya atau gak bisa di copy, atau gak mampu di CTRL+U atau F12 dan sebagainya, maka dengan 1 cara aja ialah dengan memakai view-source: hal tersebut (pertahanan yang digunakan Konten Writer) mampu dengan mudahnya di bobol. Alhasil Konten Copaser bisa leluasa ingin menggandakan konten tersebut. Namun, tanpa adanya Konten Writer, si Konten Copaser ini mau jiplak apa coba?! – Nah, sisi kreatifnya dimana?
Konten Copaser memang tidak memerlukan ide dalam menciptakan konten, mereka cukup mencari konten mana yang sekiranya menarik, animo dan viral pada periode dikala ini. Namun, usahanya dalam meniru suatu konten tersebut bisa kita acungi jembol (segala cara akan dilakukan, apapun itu. yeah, REMEMBER IT “apapun itu”).
ITS SO CREATIVE? (mungkin).

Konten Copaser mampu membuat konten hasil duplikasi atau konten yang di re-write menjadi konten yang lebih menarik, sedangkan Konten Writer bisa membuat konten yang tiada duanya, unik, menarik dan lebih berkualitas daripada konten milik orang lain. Kedua istilah ini (Konten Writer dan Konten Copaser) ialah tugas dimana seseorang sama-sama menciptakan konten dengan cara yang berbeda. Kadangkala Konten Writer bisa menjadi Konten Copaser, begitupun sebaliknya. So, menurut kalian, diantara mereka berdua – SIAPA sih yang LEBIH KREATIF??

Tulis pendapat kamu mengenai ulasan kali ini ya… sekian wassalamu’alaikum

Leave A Reply

Your email address will not be published.